Peringkat baru penerbangan
Juni 27, 2007
dikutip dari : BBC Indonesia.
Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai yang masuk kategori satu dalam daftar peringkat terbaru maskapai penerbangan yang diumumkan Departemen Perhubungan.
Dari tujuh maskapai penerbangan yang sebelumnya berada di peringkat tiga atau terendah, enam maskapai, termasuk Adam Air, naik ke peringkat dua.
Sementara 20 maskapai penerbangan lainnya dianggap layak untuk melanjutkan operasi pesawat penumpang berjadwal.
Dirjen Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno mengatakan, dari 20 parameter penilaian seperti tindak lanjut hasil audit, tingkat kecelakaan dan kejadian serius serta kondisi pesawat udara, maskapai Garuda Indonesia ditempatkan dalam kategori 1.
Ini berarti, perusahaan penerbangan tersebut melebihi pemenuhan peraturan penerbangan sipil yang berlaku.
Sementara maskapai lainnya masuk di kategori 2 atau memenuhi peraturan penerbangan sipil yang berlaku.
Masalah SDM
Budhi Mulyawan mengatakan mayoritas maskapai penerbangan masih dalam kategori 2 akibat minimnya kemampuan sumber daya manusia.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara mengatakan, perusahaan penerbangan yang naik peringkat terbukti konsisten dalam menindaklanjuti temuan audit keselamatan, dan pelaksanaan program keselamatan.
Sementara itu, Salah satu perusahaan penerbangan yang naik peringkat adalah Adam Air. Maskapai yang mengalami kecelakaan di perairan Sulawesi ini, kini masuk kedalam kategori II.
|
|
Direktur Utama Adam Air, Adam Aditya Suherman mengatakan, perusahaannya melakukan perbaikan manajemen dan kualitas keamanan penerbangan untuk mengejar target 3 bulan yang diberikan oleh Dirjen Perhubungan Udara
Maskapai lain yang masuk dalam kategori II adalah Metro Batavia, Kartika Airlines dan Lion Air.
Pengamat masalah penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat sejumlah maskapai penerbangan dalam waktu 3 bulan bisa melakukan perbaikan.
“Kalau tidak ada time frame yang pendek ini…kapan lagi,”
Mengurangi tekanan
Saat menanggapi daftar peringkat baru ini, Ketua Federasi Pilot Indonesia, Kapten Manotar Napitupulu mengatakan, dia mengharapkan keputusan ini mengurangi tekanan manajemen kepada para pilot, sehingga mereka tidak tetap terbang jika meragukan keselamatan.
Langkah Dirjen Perhubungan Udara menyusun peringkat ini merupakan tindak lanjut dari upaya peningkatan standar keamanan industri penerbangan nasional.
Ini dilakukan menyusul rentetan kecelakaan pesawat terbang di Indonesia pada awal tahun ini, seperti hilangnya pesawat Adam Air di perairan Sulawesi dan terbakarnya pesawat Garuda Indonesia di Yogyakarta.
“Sebagian besar [perusahaan] sulit mempertahankan key personnel (tenaga penting),” katanya.
Kalangan perusahaan penerbangan juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga pilot dan teknisi yang “sesuai dengan tipe dan jenis pesawat”.
Selain memeriksa kelaikan pesawat penumpang berjadwal, Dirjen Perhubungan Udara juga melakukan pemeriksaan terhadap pesawat berpenumpang kurang dari 30 atau carteran, hasilnya dari 34 perusahaan penerbangan carteran ini, 3 maskapai dibekukan dan 3 lainnya dicabut izinnya.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed













1.
bungaran ariwibowo | November 1, 2007 at 10:30 am
Saya lulusan d-3 akuntansi ugm, mohon informasinya bila ada lowongan kerja disalah satu maskapai penerbangan..,
2.
ikbal | Mei 3, 2008 at 5:36 am
sy bercita-cita ingin sekali menjadi pilot, tekad sy sudah bulat sy ingin menjadi pilot, apalagi sy baru gagal test ke STPI curug pada test yang paling terakhir, sy ingin mencoba ke sekolah pilot swasta tapi saya gak ada uang, saya tertarik ingin bergabung dengan maskapai yang memberikan beasiswa kepada saya, saya bersedia menjalani test apa saja, karena saya sudah pernah di STPI test. mohon info kapan maskapai itu mulai membuka pendaftaran untuk yang ingin menjadi pilot berkualitas, tapi tersandung karena biaya, mohon info ke email saya,terima kasih.